Wajib Tahu! Tips lulus jadi pegawai BUMN maupun CPNS tanpa ‘Orang Dalam’

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Di zaman sekarang ini, persaingan untuk memasuki dunia kerja sangat ketat. Banyak para jobseeker, baik yang masih fresh graduate maupun yang sudah pernah bekerja sebelumnya berlomba-lomba untuk mengincar pekerjaan yang stabil. Stabil dalam artian pekerjaan tersebut mampu memberikan pemasukan setiap bulannya secara rutin. Salah satu pekerjaan yang paling banyak diincar masyarakat Indonesia dan dianggap stabil dalam memberikan pemasukan adalah menjadi pegawai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ataupun PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Banyak yang beranggapan bahwa untuk menjadi pegawai instansi pemerintah seperti BUMN dan PNS harus punya ‘orang dalam’ alias adanya transaksi sogok-menyogok. Banyak juga dulu saudara dan teman-teman seangkatan yang memandang sebelah mata, bahwa saya masuk karena adanya ‘orang dalam’. Bahkan sampai bertanya ke orangtua saya : “Anakmu masuk kesitu bayar berapa? Sogok kesiapa? Bantu lah juga anakku”. Namun melalui tulisan ini, saya ingin mematahkan anggapan tersebut. Dengan bangga saya menyatakan saya lulus masuk sebagai pegawai BUMN 100% tanpa ‘orang dalam’ maupun sogok-menyogok.

Saya sendiri adalah pegawai BUMN di PT PLN (Persero), dimana selama 3 tahun 8 bulan saya menjadi Auditor Internal dan 4 bulan terakhir ini saya dimutasi ke Divisi Manajemen Risiko. Selama ini banyak benefit yang rasakan bekerja sebagai pegawai BUMN. Selain rasa bangga karena bisa berhasil mengalahkan ratusan ribu pendaftar dari seluruh penjuru Indonesia, bagi seorang pegawai BUMN maupun PNS rasanya munafik jika tidak mengincar pendapatan yang stabil. Gaji yang stabil dan akan meningkat seiring dengan lamanya bekerja, asuransi kesehatan all-in dan dana pensiun yang aman hanyalah sebagian kecil dari benefit yang telah saya rasakan selama menjadi Pegawai BUMN.

Sebelum masuk PLN, mungkin sudah ratusan tes rekrutmen yang saya ikuti. Mulai dari tes rekrutmen Pelindo, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Indonesia, Telkom Indonesia, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN, Bank CIMB Niaga, Bank Maybank, Bank BCA dan ratusan tes rekrutmen lainnya, baik negeri, swasta, try-out lainnya. Ada yang lulus sampai tahap akhir namun saya tolak. Ada juga yang sudah di tahap wawancara akhir, namun gagal saya eksekusi. Jadi saya percaya, untuk masuk ke sebuah perusahaan yang besar, perlu berkali-kali jatuh bangun biar kita bisa semakin kuat mental dan fisik.

So, buat kamu yang ingin menjadi pegawai BUMN ataupun PNS, biar tambah semangat, yuk intip beberapa tips berikut ini:

1. Cari Informasi sebanyak-banyaknya terkait instasi yang kamu tuju

Pastikan kalian sudah tahu dahulu instansi apa yang kamu tuju. Pada prinsipnya, baik BUMN maupun PNS sama saja kok. Karena pada dasarnya keduanya merupakan dibawah naungan pemerintah, namun berbeda fungsi. BUMN adalah perusahaan-perusahaan yang modalnya dimiliki negara.

Dalam Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 jelas mengamanatkan bahwa cabang-cabang produksi yang strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara. Maka atas dasar itulah Perusahaan – Perusahaan BUMN didirikan dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Perusahaan BUMN bertanggung jawab langsung pada pemerintah, dalam hal ini lewat Kementerian BUMN.

Berikut beberapa perusahaan BUMN yang memiliki aset terbesar sehingga bisa disebut sebagai Top Ranking Perusahaan BUMN di Indonesia (https://money.kompas.com/read/2021/02/01/090438126/daftar-7-bumn-terbesar-di-indonesia-dari-sisi-aset-siapa-juaranya?page=all)

Sementara itu, kalau kamu cenderung lebih memilih menjadi pegawai PNS, saya sarankan untuk mencoba tes seleksi masuk CPNS Kementerian. Berikut beberapa Top Ranking instansi pemerintah Indonesia yang bisa kamu coba ikuti tes masuknya (https://www.liputan6.com/bisnis/read/4608843/daftar-instansi-terkaya-di-indonesia-kementerian-prabowo-masuk-peringkat-atas)

2. Rajin berlatih soal tes masuk BUMN/PNS

Untuk masalah latihan soal tes masuk ini sudah pasti alias mau tidak mau kudu wajib ditingkatkan. Bahkan, sangat disarankan sudah harus dilatih jauh-jauh hari sebelum tes dilaksanakan.

Sedikit cerita. Dulu ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya sangat ingin sekali masuk instansi Kementerian Keuangan lewat jalur STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Dahulu itu jenis soal yang diujiankan oleh STAN adalah TPA (Tes Potensi Akademik) dengan 4 sub jenis soal yaitu tes verbal, angka, logika dan gambar. Ditambah dengan tes bahasa inggris. Jadi garis besarnya, kita harus mampu menguasai perhitungan dasar matematika, penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, mampu menganalogikan soal cerita dan gambar serta mahir mengerjakan soal tata bahasa inggris. Saya sempat mengikuti les khusus masuk STAN, dimana setiap harinya kita dituntut untuk mampu mengerjakan setiap soal TPA tersebut sehingga nilai skor TPA kita meningkat.

Singkat cerita saya gagal tes masuk STAN di akhir kelas 3 Semester II. Namun berkat latihan mengerjakan soal TPA yang terus diasah selama SMA serta rajin mengikuti try-out soal-soal TPA sejenis, ketika dulu tes masuk kuliah negeri (dulunya disebut SNMPTN) saya bisa lulus di Universitas Sumatera Utara Jurusan S1 Manajemen jalur Reguler. Rasanya saya merasa saya bisa lulus tes SNMPTN juga tidak lepas dari latihan mengerjakan soal TPA karena dulu tes masuk SNMPTN juga ada tes TPA-nya juga. Selain itu saya sebenarnya juga lulus di D3 Akuntansi Polmed Medan. Jaga-jaga siapa tahu saya tidak lulus yang jalur SNMPTN.

Intinya saya ingin menjelaskan bahwa dengan mempelajari TPA sedini mungkin tidak akan ada ruginya. Dikarenakan semua instasi baik negeri maupun swasta biasanya mensyaratkan lulus tes TPA ini sebagai syarat untuk diterima. Persiapkan dirimu sedini mungkin. Jika kamu baru benar-benar fokus berlatih di saat hanya karena sedang ingin mengikuti tes saja, kemungkinan mendapatkan skor TPA yang tinggi sangat sulit. Karena selain keberuntungan, untuk bisa lulus tes TPA perlu berlatih dari jauh-jauh hari.

Untuk jenis TPA sendiri sebenarnya ada banyak variasinya, terutama untuk tes seleksi masuk BUMN maupun CPNS. Selain jenis TPA seperti tes masuk STAN yang telah saya sebutkan diatas, ada beberapa jenis lainnya.

Untuk tes masuk BUMN biasanya tes seleksinya biasanya meliputi:

  1. Tes GAT (General Apptitude Test).
    Sebenarnya tes GAT tidak terlalu berbeda dengan tes TPA biasanya yaitu untuk mengukut tingkat IQ peserta. Soal yang diberikan biasanya adalah tes persamaan kata, tes hubungan kata, tes aritmatika, tes deret angka dan tes gambar
  2. Tes Akademik.
    Tes ini menguji kompetensi peserta terhadap bidang studi yang dikuasainya. Tes ini juga digunakan untuk mengetahui pengetahuan peserta terkait job description pekerjaan yang dilamar
  3. Tes Psikotes.
    Tes ini yang merupakan yang paling sulit dan perlu latihan serta jam terbang yang tinggi. Tes ini tidak hanya mengukur tingkat IQ kita saja, melainkan juga menilai sifat karakter dan kepribadian kita. Beberapa tes yang diuji seperti tes kepribadian (PAPI), Tes MBTI (Myers Briggs Type Indicator), Tes Baum (Tes menggambar pohon), Tes DAP (Draw A Person), dan Tes Koran. Rata-rata semua tes ini bisa dipelajari di buku-buku Bank Soal Tes Masuk Kerja atau Buku Tes Psikotes yang dijual di Gramedia. Saran saya, berlatihlah setiap hari selama 3 jam. Terutama saat mendekati masa ujian akan tiba. Rajinlah untuk mengikuti berbagai macam try-out soal psikotes maupun tes rekrutmen sejenis. Jam terbang kita dalam mengerjakan soal sangat dibutuhkan.
    Berikut salah satu buku yang saya pelajari. Buku ini menurut saya sangat bagus karena lengkap soal tes psikotes dan tips pengerjaan soalnya (https://www.gramedia.com/api/amp/product/bank-soal-tes-masuk-kerja-dalam-luar-negeri-1000/).
  4. Tes Bahasa Inggris.
    Beberapa Perusahaan BUMN ada yang menguji tes bahasa inggris secara langsung. Namun ada juga yang hanya mensyaratkan skor nilai sertifikasi TOEFL diatas 500 pada saat seleksi berkas dokumen administrasi. Untuk jaga-jaga saya sarankan sedari dini kalian yang memang ingin berkarir di BUMN untuk les TOEFL yang jenisnya PBT/ITP. Dan jika memungkinkan memiliki sertifikat TOEFL dari lembaga resmi. Untuk dikota medan, kalian bisa mengikuti les TOEFL ITP resmi di Universitas HKBP Nommensen
    (baca juga: https://uhn.ac.id/oia/content.php?ref=Gi3F&idlink=320)
  5. Tes Kesehatan (Medical Check-up)
    Sudah bukan kabar burung bahwa Tes Kesehatan yang diselenggarakan perusahaan BUMN memang terbilang ketat. Tes Kesehatan yang diadakan biasanya adalah tes fisik luar dan tes fisik dalam. Tes Fisik luar meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan (harus sesuai dengan tabel BMI/Body Mass Index), pemeriksaan minus mata (beberapa tes BUMN yang pernah saya ikuti minus pada mata tidak boleh lebih dari minus 3.5), pengukuran tensi darah dan pemeriksaan organ intim.
    Sedangkan Tes Fisik dalam adalah memeriksa organ vital dalam seperti tes urin, tes darah, tes EKG (pemeriksaan jantung dan paru-paru) dan tes audiometri (pemeriksaan telinga dan hidung).
    Semua tes-tes di atas dilakukan di laboratorium pemeriksaan terbaik di Indoenesia seperti PRAMITA Laboratorium dan Prodia Laboratorioum. Maka dari itu, fisik dan mental harus sudah dipersiapkan sedini mungkin. Berolahraga teratur, menjaga asupan makanan dan istirahat yang cukup. Hal ini harus dijadikan habit ya. Bukan hanya karena sedang ingin mengikuti tes rekrutmen pekerjaan saja.
  6. Tes Wawancara
    Tes wawancara sudah menjadi momok bagi semua orang yang sedang mencari pekerjaan. Beberapa BUMN pun terkadang juga memiliki tes wawancara yang berbeda. Ada yang melakukan tes wawancara melalui presentasi individu (penanya dan peserta) dan dilanjutkan presentasi di depan direksi. Ada pula yang melakukan tes wawancara dalam bentuk FGD atau Forum Group Discussion. Kuncinya adalah Percaya Diri!
    Saat tes wawancara, kalian harus menjawabnya dengan natural. Perlihatkan bahwa kalian adalah seseorang dengan etos kerja yang tinggi serta rajin bekerja. Biasanya pertanyaan yang diajukan adalah apa saja yang sudah kamu kerjakan selama dimasa kuliah. Disini kamu harus mampu memberikan jawaban bahwa kamu senang berorganisasi dan memang memiliki organisasi yang dimana organisasi ini memiliki dampak yang baik bagi sosial. Kamu juga harus bisa menjelaskan secara lugas kelebihan dan kekurangan dirimu. Nah, untuk kekurangan diri ini kamu harus mampu juga menjelaskan apa solusi yang kamu lakukan atas kekurangan diri kamu. Intinya kamu jangan terlihat orang yang pasrah dan cuek.
    Perhatikan juga pakaian, yaitu pakaian yang rapi dan sopan serta nyaman digunakan. Bahasa tubuh yang diperlihatkan haruslah tegak, mencondong kedepan, rileks dan selalu tersenyum. Hal ini agak kamu terlihat antusias dan natural. Persiapkan mental kamu dengan baik. Kuasailah informasi pengetahuan mengenai pekerjaan yang kamu lamar.
    Untuk tes wawancara FGD, usahakan jangan terlalu dominan dan jangan terlalu apatis. Pada tes ini akan terlihat kepribadian kamu dalam berorganisasi. Apakah kamu tipe yang terlalu dominan/keras kepala atau tipe apatis/tidak peduli dengan situasi sekitar. Cobalah untuk jadi peserta yang bijak dalam berkata-kata. Tahu kapan harus bicara dan kapan harus mendengarkan.
  7. On Job Training
    Kamu tidak serta merta langsung jadi pegawai BUMN dengan hanya lulus enam tahapan diatas. Biasanya akan ada On Job Training alias Magang selama 3 sampai 6 bulan. Dulu sewaktu mengikuti tes rekrutmen PLN, selama 15 hari kami mengikuti kegiatan Kesemaptaan di Secapa AD Bandung. Setelah itu , kami para calon pegawai selama 3 bulan dibekali dengan pendidikan dan pengetahuan umum seputar dunia perusahaan PLN.. Dan yang terakhir kami dimagangkan selama 3 bulan pada divisi tertentu sesuai dengan penempatan yang sudah ditetapkan oleh SDM PLN Pusat. Kami harus melakukan observasi terhadap kekurangan pada divisi serta membuat suatu terobosan untuk mengatasi kekurangan tersebut. Nantinya akan ada para juri yang akan memutuskan apakah kami masing-masing layak atau tidak menjadi pegawai BUMN.

Untuk Tes seleksi CPNS sebenarnya tidak terlalu berbeda. Ada tes TPA nya juga seperti yang sudah dijelaskan diatas. Yang membedakan adalah pada tes CPNS adanya Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Pada tes ini wawasan kamu terhadap sejarah dan seperangkat pengetahuan tentang Indonesia diuji. Kamu perlu banyak menghapal pelajaran PKN untuk tes ini. Selain itu, pada tes CPNS adanya Tes Wawasan Intelgensia (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Ketiga tes (yang disebut Seleksi Kompetensi Dasar) akan dilakukan menggunakan aplikasi Computer Assisted Test (CAT), dimana nantinya hasil tes akan keluar begitu tes berakhir. Syarat kelulusannya adalah lulus dengan total nilai tertinggi dan untuk setiap materi tes nilainya harus di atas ambang batas. Setelah lulus Seleksi Kompetensi Dasar, dilanjutkan dengan Seleksi Kompetensi Bidang yang berisi Tes Substantif Bidang, Psikotes, Wawancara dan Tes Keterampilan (hanya untuk beberapa jabatan saja).

3. Persiapkan dokumen prasyaratan administratif

Setelah 2 hal diatas dipersiapkan sedini mungkin, yang terakhir yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan dokumen administratif saat mendaftar. Baik saat mendaftar secara online, maupun saat mendaftar langsung ditempat. Kamu harus memastikan semua dokumen pribadi kamu lengkap dan tersusun rapi. Selain itu pastikan kamu sudah melakukan scan untuk semua dokumen penting kamu dalam bentuk pdf. Hal ini berguna untuk berjaga-jaga andai dokumen kamu hilang. Juga memudahkan kamu untuk melakukan upload berkas saat mendaftar online. Berikut beberapa dokumen yang biasanya di prasyaratkan pada saat mendaftar BUMN maupun CPNS:

  • KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • KK (Kartu Keluarga)
  • Akta Kelahiran
  • Ijazah Asli SMA/D3/S-1 dan leges asli
  • Transkrip Nilai dan leges asli
  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
  • Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Rumah Sakit Pemerintah
  • Surat Pernyataan Bebas Narkoba dari lembaga Pemerintah
  • Dsb

Meskipun banyak yang beranggapan bahwa tes masuk seleksi CPNS 2021 yang sedang berlangsung saat ini menurun peminatnya, jangan berkecil hati. Inilah saatnya kamu yang sudah lama menunggu momentum ini untuk berkompetisi dengan minim pesaing. Memang di zaman sekarang ini, apalagi di era digital, pekerjaan dengan status pegawai negeri atau BUMN kurang menarik minat anak muda. Hal ini terjadi karena sudah semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia. Namun, kalau kamu adalah seorang yang tidak muluk-muluk alias realistis kamu tetap bisa menjadi pegawai BUMN ataupun PNS, sembari mengembangkan hobby yang bisa menghasilkan pemasukan tambahan dan menabung untuk membangun bisnis sampingan.

Intinya, kita harus terbuka terhadap peluang apapun yang ada. Jangan terlalu terpaku dengan passion. Siapa tahu dengan menjadi pegawai PNS atau BUMN, kedepannya kamu akan dihadapkan dengan orang-orang hebat yang akan membawa kamu menuju passion-nya kamu.

Dan yang terakhir…

DOA. Ya doa merupakan usaha yang paling wajib kudu kita lakukan. Saya percaya doa kepada Yang Diatas akan memberikan ketenangan batin dan membangkit performa kita. Selain itu, restu dari keluarga merupakan pembangkit semangat terbaik. Minta doa restu dari mereka yang kalian sayangi. Setelah itu ya berserah. Berpikir positif dan menyerahkan semua hasilnya kepada Tuhan. Karena Dia yang paling tahu apa yang terbaik bagi kita.

Ingat! Persiapan yang baik akan menentukan hasil akhir. Hasil yang besar pasti memerlukan usaha yang besar pula. Saya percaya keberuntungan itu ada. Namun akan terasa lebih puas jika kamu sudah berusaha sekuat tenaga dan hasilnya sesuai harapan. Dan jika tidak berhasil pun tidak ada rasa penyesalan karena kita sudah mencoba segala yang bisa kita usahakan. Kalau sudah usaha dilakukan dengan sepenuh hati dan Tuhan bertindak, saya rasa tidak butuh ‘orang dalam’ untuk bisa jadi pegawai BUMN dan PNS.

Selamat Mencoba dan Good Luck!

Ora Et Labora🍃

-BF-

37 tanggapan untuk “Wajib Tahu! Tips lulus jadi pegawai BUMN maupun CPNS tanpa ‘Orang Dalam’

  1. Tahun depan aku juga mau coba daftar CPNS, tahun ini belum bisa karena belum keluar ijazah S1 nya huhu

    Semoga tahun depan bukaan untuk CPNS di Kemenpar masih terbuka

    Terima kasih tips nya Mba Feby

    Suka

  2. Walaupun praktek seperti ini masih banyak juga sih. Hehe. Tapi teman-teman juga banyak yg murni jadi PNS. Tetap berikan yang terbaik untuk negeri. Hehe

    Suka

  3. sangat memotivasi nih mba, soalnya akun baru aja wisuda bulan kemarin. tapi agak sedikit minder, soalnya aku lulusan dari univ swasta. aku termasuk yang kena doktrin bahwa lulusan swasta sulit bersaing di cpns/bumn :(. apakah ada rekan kerja mba yang juga berasal dari univ swasta?

    Suka

    1. di perusahaan saya kebetulan banyak yg dari swasta loh, bahkan ya dalam tanda kutip universitas yg kurang bonafit. tapi terbukti bisa lolos seleksi dan dikantor pun performa mereka yg bukan dari univ bonafit sangat menonjol. semangat dan good luck ya

      Suka

  4. mau bumn atau swasta, org dalam mah emg jd pintu ajaib di mana2. tp biasanya beda kualitas pegawai murni dg “titipan”. yg masih jd misteri skrg ini, knp sih kebanyakan bumn ngeluh rugi melulu?

    Suka

    1. mungkin salah manajemen dan SDM yg ada mba. Kebetulan saya di PLN dan PLN adalah perusahaan monopoli. mungkin kalo merugi tidak ya, tapi lebih ke profit yg tidak banyak, hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat indonesia sampai saat ini untuk tarif yang dikenakan masih PLN berikan subsidi. hal ini tentu mengurangi profit corporate kami.

      Suka

  5. Berguna banget ini bagi yang mau daftar jadi CPNS, tapi gak punya network. Yang penting terus konsisten tingkatin skill dan berdoa. Kalau belum beruntung jangan kelamaan sedihnya, skillnya bisa dicoba buat bangun bisnis sendiri, siapa tahu malah lebih sukses

    Suka

  6. Lengkap tipsnya, apalagi diberikan oleh orang yang sudah mengalami dan lulus test cpns. Jadi lebih mengena dan mantab…

    Suka

  7. Semangat buat teman-teman yang ingin ikut tes masuk BUMN dan CPNS. Keren sih kakaknya bisa masuk di PLN, salah satu BUMN yang gajinya cakeup tuh, hehe.

    Salam kenal saya PNS lulusan dari STAN, kalau ngomongin soal tahapan habis lulus gak jauh beda sih. Kalau di PNS juga ada OJT, dan bagian observasi kekurangan terus nyari inovasi kalau di PNS itu sekarang bagian aktualisasi dari Latsar (dulu Prajab)

    Suka

Tinggalkan Balasan ke feryefend Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s